Fakultas PsikologiUniversitas Negeri Yogyakarta
Jalan Colombo No. 1
Karangmalang Sleman, Yogyakarta 55281
Indonesia
Alamat surel: humas_fp@uny.ac.id, sekretaris.dekanfp@uny.ac.id
Instagram: @psikologiuny

Aceh Tamiang – Bencana banjir yang melanda wilayah Aceh Tamiang tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga meninggalkan dampak psikologis bagi masyarakat, terutama anak-anak. Perubahan rutinitas, rasa takut, serta kesulitan dalam mengekspresikan perasaan menjadi tantangan yang sering dialami anak-anak setelah bencana.
Menanggapi kondisi tersebut, mahasiswa Program Studi S1 Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang tergabung dalam KKN Kemanusiaan Kolaborasi Universitas Samudra (UNSAM)–UNY Tahun 2026 menyelenggarakan kegiatan dukungan psikososial bagi anak-anak di Desa Teluk Kepayang, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang.
Salah satu mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Sindi Tri Yuliyanti, mahasiswa Program Studi S1 Psikologi UNY yang melaksanakan KKN Kemanusiaan Kolaborasi 2026 di Desa Teluk Kepayang di bawah bimbingan Dr. Pasca Tri Kaloka, S.Pd., M.Pd. Kegiatan ini mengusung program bertajuk “Mengenal Emosi dengan Tanaman Harapan” yang dilaksanakan pada 26 Januari 2026 di halaman Kantor Desa Teluk Kepayang dengan melibatkan 31 anak sebagai peserta.
Kegiatan diawali dengan sesi pengenalan berbagai emosi dasar seperti senang, sedih, marah, takut, dan malu menggunakan media flashcard. Melalui media tersebut, mahasiswa mengajak anak-anak untuk memahami berbagai jenis emosi serta mengaitkannya dengan pengalaman yang mereka alami dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini dilakukan secara interaktif agar anak-anak merasa lebih nyaman dalam mengenali sekaligus mengekspresikan perasaan mereka.
Setelah sesi pengenalan emosi, anak-anak diajak melakukan aktivitas menanam bibit bunga matahari pada polibag yang telah disiapkan. Setiap anak kemudian diberikan stiker emosi yang dapat ditempelkan pada polibag sesuai dengan perasaan yang mereka rasakan ketika merawat tanaman tersebut. Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya belajar mengenali dan mengekspresikan emosi, tetapi juga mulai membangun kembali rutinitas sederhana melalui aktivitas merawat tanaman secara mandiri.
Sindi menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai pendekatan psikososial yang sederhana namun bermakna bagi anak-anak pascabencana. “Melalui kegiatan menanam dan merawat tanaman, anak-anak dapat belajar mengenali emosi mereka sekaligus membangun kembali kebiasaan positif sehari-hari. Kami berharap aktivitas ini dapat membantu mereka merasa lebih tenang dan kembali memiliki semangat setelah mengalami bencana,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, anak-anak terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian aktivitas. Mereka aktif berinteraksi saat sesi pengenalan emosi, bersemangat saat menanam bibit bunga matahari, serta dengan percaya diri menempelkan stiker emosi pada polibag tanaman masing-masing. Tanaman yang mereka rawat juga menjadi simbol harapan, yang mengingatkan bahwa proses pemulihan dapat tumbuh secara perlahan.
Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi anak-anak dalam mengenali serta mengekspresikan emosi mereka secara lebih sehat. Selain itu, aktivitas tersebut juga membantu membangun rutinitas baru yang mendukung anak-anak untuk kembali merasa aman dan berdaya setelah mengalami bencana.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Program Studi S1 Psikologi UNY turut berkontribusi dalam mendukung pemulihan psikososial masyarakat pascabencana sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat. Program ini juga sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui dukungan terhadap kesehatan mental dan keberlanjutan proses belajar anak-anak di wilayah terdampak bencana.

Fakultas PsikologiCopyright © 2026,